Jurnalisme Islam, Adakah ?
Tulisan ini bukan bertujuan membantah apa yang ditulis oleh saudara saya, Ghalim Oemabahi dengan judul Jurnalisme Islam di Era Digital yang dimuat pada media online Babari.co, melainkan hanya sekedar merawat tradisi dialektika di antara kita. Justru saya menaruh hormat pada Ghalim telah memulai dengan frasa Jurnalisme Islam, yang kemudian memancing adu argumen, referensi, pertanyaan baru dan canda di kolom komentar laman FB Babari. Seperti juga Ghalim, saya tidak ingin terjebak pada defenisi dari terminologi jurnalisme dan islam, jika pilihannya tetap harus mendefenisikan maka saya lebih memilih mengambil defenisi yang disampikan oleh mantan wartawan/redaktur harian Masa Kini, Emha Aini Nadjib yang menyebutkan. “Jurnalisme adalah kendaraan hijrah masyarakat dari Nar menuju Nur. Dari tidak tahu menjadi tahu. Dari disinformasi menuju informasi. Dari kegelapan menuju cahaya. Dari tidak paham menjadi paham. Dari tak mengerti menjadi mengerti. Dari tertinggal menjadi men...