Posts

Rustam yang Khatam Dunia Jurnalistik

Image
Setelah 8 tahun berprofesi sebagai wartawan, saya akhirnya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk tingkat muda, yang diselenggarakan oleh lembaga pelaksana UKW Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof DR Moestopo (Beragama). Berlangsung di Sahid Bella hotel Ternate, Jumat - Sabtu (9-10/4/2021). Saat acara akan mulai, saya disergap gugup karena diminta untuk membaca doa dan terlebih namanya juga diuji, pastilah ada tegang tegangnya. Ditambah lagi saya sudah dibisiki oleh seorang senior tentang salah satu penguji yang menurutnya killer. "Yang pake kameja biru itu dia karas," ungkap senior itu tepat di kuping kanan saya. Dalam hati langsung berdoa semoga lelaki  itu tak menjadi penguji saya. Dan ternyata doa saya tak terkabul. Rustam Fachri Mandayun, itu nama lelaki berkameja biru yang kini resmi menjadi penguji saya dan 5 teman wartawan lainnya, Rustam adalah pensiunan majalah TEMPO, media terbesar dan paling tajam di Indonesia, saat ini bertugas sebagai seo...

Dua Garis Biru yang Menegangkan

Image
Jarum jam menunjukan pukul 3 dinihari. Mahasiswi itu terbangun dengan hatinya yang diselemuti ketegangan, sebenarnya dia tak nyenyak tidur sedari malam, hanya saja dianjurkan untuk menggunakan testpack  si pengguna harus tidur terlebih dahulu agar hasilnya lebih akurat. Diraihnya alat tes kehamilan itu yang tak jauh dari tempat tidur, dia menuju kamar mandi untuk mengambil sedikit urine lalu ujung testpack dicelupkan. Matanya tak lepas dari batang benda berwarna putih itu, pasalnya sudah lebih dari dua minggu tamu bulanannya tak kunjung datang, mau tak mau harus dia pastikan musabab alpa si tamu. Lalu, beberapa saat kemudian tangis pecah dikesunyian malam. Dua garis biru terlihat jelas, yang menunjukan dia postif hamil. Tangis itu lalu berubah menjadi tawa sumaringah, dipeluk sang suami yang berdiri disamping pintu yang juga tak kalah tegang. Sudah lebih 3 bulan setelah pernikahan, kabar gembira itu tak juga didengar oleh keluarga besar, bahkan beberapa testpack pada bulan ...

Dear Kaicilrade

Image
Abi menulis ini disaat mentok tak tahu menulis apa, padahal dua proyek tulisan telah jatuh tempo menanti untuk dituntaskan. Tetiba saja Abi  mengingatmu di pulau seberang yang tertidur nyenyak, mengingat tingkah polamu pada suatu siang saat menemukan spidol lalu dengan cepat mencari kertas dan bercoret ria sesukamu. Sungguh Abi ingin seperti itu, bercoret ria sesuka hati sepertimu😁. Menulis apa saja yang ingin ditulis, menumpahkan semua isi pikiran dengan bebas, sembari berharap ada manfaat bagi manusia lain. Sebeb menulis adalah perenungan, harus dilakukan dengan hati. Tetapi juga perlu hati-hati, karena dewasa ini tak hanya lidah yang rajin melukai hati, tetapi juga jemari yang rajin menari merangkai kata menebar resah. Tulisan-tulisan yang dilepas diharapkan menjadi panah asmara yang mampu menciptakan bahagia pada orang yang dikenai, bukan panah amarah yang menyayat hati. Terkecuali, sayatan itu memang tepat dihadiahkan kepada mereka yang melampaui batas, sebagai peng...

Jurnalisme Islam, Adakah ?

Image
Tulisan ini bukan bertujuan membantah apa yang ditulis oleh saudara saya, Ghalim Oemabahi dengan judul Jurnalisme Islam di Era Digital yang dimuat pada media online Babari.co, melainkan hanya sekedar merawat tradisi dialektika di antara kita. Justru saya menaruh hormat pada Ghalim telah memulai dengan frasa Jurnalisme Islam, yang kemudian memancing adu argumen, referensi, pertanyaan baru dan canda di kolom komentar laman FB Babari. Seperti juga Ghalim, saya tidak ingin terjebak pada defenisi dari terminologi jurnalisme dan islam, jika pilihannya tetap harus mendefenisikan   maka saya lebih memilih mengambil defenisi yang disampikan oleh mantan wartawan/redaktur harian Masa Kini, Emha Aini Nadjib yang menyebutkan. “Jurnalisme adalah kendaraan hijrah masyarakat dari Nar menuju Nur. Dari tidak tahu menjadi tahu. Dari disinformasi menuju informasi. Dari kegelapan menuju cahaya. Dari tidak paham menjadi paham. Dari tak mengerti menjadi mengerti. Dari tertinggal menjadi men...

Melacak Keberpihakan Media pada Kandidat Gubernur

Image
Siang itu, di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ternate saat meliput kegiatan yang dihadiri oleh Plt Gubernur Maluku Utara, M Natsir Thaib, saya bertemu dengan seorang kenalan yang sudah sangat jarang ketemu, dia salah satu pegawai di kantor itu, karena mengetahui saya adalah wartawan dia lalu melempar pertanyan dengan setengah menyelidik. “Pak AGK bukannya sudah non-aktif yah, kenapa beritanya di (nama media) masih disebut sebut telah membangun ini membangun itu,” tanyanya. Saya hanya tersenyum, dia lalu melanjutkan dengan pertanyaan yang membuat senyum saya langsung sirna “Berita di halaman depan itu harganya berapa ?”   Pertanyaan yang menohok itu membuat saya berpikir keras dan sedikit salah tingkah, sebab saya tahu pasti dia sedang menyindir, tidak mungkin dia tidak mengetahui soal berita berbayar (advetorial), sebab   saya tahu pasti saat bertugas di desk liputan ekonomi, dia termasuk salah satu orang yang sering mendampingi kepala kantor untuk wawancara dan ber...

Peran(g) Media Massa di Pusaran Pilgub

Image
Salah seorang wartawan senior yang kini memilih menjadi tim sukses pemenang calon gubernur Maluku Utara, menjadi bahan olokan para juniornya di media sosial, dia di- bully habis-habisan sebab salah tulis kata ‘mall’ dan ‘mal’ dalam status facebook yang menampilkan foto media yang memberitakan kandidatnya ditetapkan tersangka oleh KPK. Yang disayangkan sebagai seorang yang (pernah) megguluti dunia jurnalistik mestinya tahu dimana alamat yang dituju jika merasa dirugikan dalam suatu pemberitaan di media massa, dia malah menumpahkan kekesalannya itu pada media sosial yang menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Harusnya sebagai tim sukses, dia melakukan pencitraan yang kreatif (bukan bagi-bagi sembako dan mengumpulkan mahasiswa), akan tetapi dengan menggungakan media yang mampu menghadang gelompang citra negatif itu, sebab media hanya dapat dihadapi dengan media pula, tergantung siap yang piawai dalam memainkan ritme perang media dalam pusaran pemilihan gubernur. *** Secara normati...

Resolusi

Image
Sumber :DuitPintar Setiap   pangkal tahun menjadi momentum bagi banyak orang untuk menentukan tujuan yang akan dicapai pada unjung tahun yang akan datang, sehingga lazimnya orang akan menempatkan prioritas yang paling prioriti untuk dicapai dalam setahun, kondisi ini yang kemudian sering   disebut sebagai resolusi, bahkan kata resolusi ini ramai digunakan  pada setiap status media sosial yang menggambarkan harpan pada tahun yang akan datang.  Terlepas dari itu, apakah kata resolusi tepat digunakan untuk menyebut suatu harapan yang hendak dicapai ?, bagaimana kata resolusi menurut kamus ? lalu apa hubungnya sehingga resolusi menjadi penggambaran akan harapan dan tujuan ? Rupanya, kata resolusi yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/resolusi   memiliki 3 makna yang berbeda, parahnya dari 3 makna yang diakui oleh KBBI tidak ada yang menggambarkan makna resolusi sebagai harapan. Dengan KBBI versi...