Posts

Jurnalisme Islam, Adakah ?

Image
Tulisan ini bukan bertujuan membantah apa yang ditulis oleh saudara saya, Ghalim Oemabahi dengan judul Jurnalisme Islam di Era Digital yang dimuat pada media online Babari.co, melainkan hanya sekedar merawat tradisi dialektika di antara kita. Justru saya menaruh hormat pada Ghalim telah memulai dengan frasa Jurnalisme Islam, yang kemudian memancing adu argumen, referensi, pertanyaan baru dan canda di kolom komentar laman FB Babari. Seperti juga Ghalim, saya tidak ingin terjebak pada defenisi dari terminologi jurnalisme dan islam, jika pilihannya tetap harus mendefenisikan   maka saya lebih memilih mengambil defenisi yang disampikan oleh mantan wartawan/redaktur harian Masa Kini, Emha Aini Nadjib yang menyebutkan. “Jurnalisme adalah kendaraan hijrah masyarakat dari Nar menuju Nur. Dari tidak tahu menjadi tahu. Dari disinformasi menuju informasi. Dari kegelapan menuju cahaya. Dari tidak paham menjadi paham. Dari tak mengerti menjadi mengerti. Dari tertinggal menjadi men...

Melacak Keberpihakan Media pada Kandidat Gubernur

Image
Siang itu, di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ternate saat meliput kegiatan yang dihadiri oleh Plt Gubernur Maluku Utara, M Natsir Thaib, saya bertemu dengan seorang kenalan yang sudah sangat jarang ketemu, dia salah satu pegawai di kantor itu, karena mengetahui saya adalah wartawan dia lalu melempar pertanyan dengan setengah menyelidik. “Pak AGK bukannya sudah non-aktif yah, kenapa beritanya di (nama media) masih disebut sebut telah membangun ini membangun itu,” tanyanya. Saya hanya tersenyum, dia lalu melanjutkan dengan pertanyaan yang membuat senyum saya langsung sirna “Berita di halaman depan itu harganya berapa ?”   Pertanyaan yang menohok itu membuat saya berpikir keras dan sedikit salah tingkah, sebab saya tahu pasti dia sedang menyindir, tidak mungkin dia tidak mengetahui soal berita berbayar (advetorial), sebab   saya tahu pasti saat bertugas di desk liputan ekonomi, dia termasuk salah satu orang yang sering mendampingi kepala kantor untuk wawancara dan ber...

Peran(g) Media Massa di Pusaran Pilgub

Image
Salah seorang wartawan senior yang kini memilih menjadi tim sukses pemenang calon gubernur Maluku Utara, menjadi bahan olokan para juniornya di media sosial, dia di- bully habis-habisan sebab salah tulis kata ‘mall’ dan ‘mal’ dalam status facebook yang menampilkan foto media yang memberitakan kandidatnya ditetapkan tersangka oleh KPK. Yang disayangkan sebagai seorang yang (pernah) megguluti dunia jurnalistik mestinya tahu dimana alamat yang dituju jika merasa dirugikan dalam suatu pemberitaan di media massa, dia malah menumpahkan kekesalannya itu pada media sosial yang menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Harusnya sebagai tim sukses, dia melakukan pencitraan yang kreatif (bukan bagi-bagi sembako dan mengumpulkan mahasiswa), akan tetapi dengan menggungakan media yang mampu menghadang gelompang citra negatif itu, sebab media hanya dapat dihadapi dengan media pula, tergantung siap yang piawai dalam memainkan ritme perang media dalam pusaran pemilihan gubernur. *** Secara normati...

Resolusi

Image
Sumber :DuitPintar Setiap   pangkal tahun menjadi momentum bagi banyak orang untuk menentukan tujuan yang akan dicapai pada unjung tahun yang akan datang, sehingga lazimnya orang akan menempatkan prioritas yang paling prioriti untuk dicapai dalam setahun, kondisi ini yang kemudian sering   disebut sebagai resolusi, bahkan kata resolusi ini ramai digunakan  pada setiap status media sosial yang menggambarkan harpan pada tahun yang akan datang.  Terlepas dari itu, apakah kata resolusi tepat digunakan untuk menyebut suatu harapan yang hendak dicapai ?, bagaimana kata resolusi menurut kamus ? lalu apa hubungnya sehingga resolusi menjadi penggambaran akan harapan dan tujuan ? Rupanya, kata resolusi yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/resolusi   memiliki 3 makna yang berbeda, parahnya dari 3 makna yang diakui oleh KBBI tidak ada yang menggambarkan makna resolusi sebagai harapan. Dengan KBBI versi...

Setelah Menamatkan Kitab Sehat Eyang Widodo Asmowiyoto

Image
Memilih menjadi seorang jurnalis artinya menghibahkan diri kepada masyarakat, untuk menjadi pengawas jalannya rezim pemerintah, agar tetap berjalan pada koridor, sehingga media tempat jurnalis berkarya juga disebut sebagai pilar keemapat dalam system negara demokrasi, maka pantaslah jurnalis juga disebut menjadi mata dan telinga masyarakat. Profesi ini menuntut para jurnalis harus kerja keras dan kerja tuntas serta siap siaga dalam waktu 24 jam, yang membuat pola hidup menjadi kacau balau, tak jelas kapan waktu tidur dan kapan waktu makan, semuanya menjadi rabun saat memburu berita, sehingga tak jarang para jurnalis menempatkan pekerjaan diatas kesehatannya. Setelah memabaca buku karya seorang wartawan senior SUARA RAKYAT, Widodo Asmowiyoto, yang jika dilihat dari usia patut disebut sebagai eyang, karena beliau lahir pada 25 January 1956 di Kabupaten Sragen, dan mulai bekerja sebagai wartawan pada tahun 1981 hingga sekarang, Widodo Asmowiyoto juga dikenal sebagai jurnalis yang h...

Diskusi Ahok di Negeri Kiyai

Image
Siang ini rupanya matahari malu malu menampakan wajahnya, tak ada panas menyengat yang bikin mandi peluh, panas justru menghembus di warung kopi para cendekia dan aktivis yang asyik masyuk melempar argument, kali ini soal DKI 1 yang santer menjadi trading topic di seluruh Indonesia. Lalu mengalirlah sanggahan, bantahan, cibiran dan bahkan hinaan keluar dari mulut mereka yang tidak berKTP Jakarta ini, tapi yah sudahlah, , , topik Ahok, Yusril, Dani dan Uno terlanjur seksi dibincangkan. Seperti biasa, terbagilah mereka dalam kubu yang menyebutkan diri teman atau relawan salah satu kandidat sehingga mati matian membela dengan segala argument, kritik kian tajam, isu kinerja dan agamapun tak luput dari pembahasan mereka. Ya… kinerja dan Agama. Dua isu ini memang yang paling enak di olah lalu dilemparkan pada massa rakyat, biarlah mereka saling tuding dan saling fitnah, atau saling bunuh sekalian. Sehingga berkembang dengan suburlah sebutan CHINA, JAWA, BETAWI, ISLAM, NAS...